|

Paederiae Folium

Nama Latin

Paederia foetida L.

Sinonim

Paederia scandens (Lour.) Merr. ; P. chinensis Hance. ; Paederia foetida Auct. non L; Paederia tomentosa, Bl.

Suku

Rubiaceae

Pemerian

Bau busuk, khas; mula-mula tidak berasa, lama-lama terasa sedikit pahit, netral.

Asal Simplisia

Jawa, Maluku, Sumatera

Nama Daerah

Sunda : Kahitutan

Jawa : Kasembukan, kasembhukan

Madura : Bintaos, kasembhukan

Ternate (Maluku) : Guni siki

Sumatera : Daun kentut, sembukan

China : Ji shi teng

Pemeriksaan Makroskopik

Daun tunggal, berbulu. Daun bertangkai yang panjangnya 1-5 cm, letak berhadapan, bentuknya bundar telur sampai lonjong atau lanset. Pangkal daun berbentuk jantung, ujung runcing / lancip, pinggir daun rata. Helaian daun panjang 3 sampai 12,5 cm, lebar 2 sampai 7 cm. Permukaan atas berwarna coklat kehitaman, berambut atau gundul, permukaan bawah berwarna kelabu kecoklatan ; permukaan atas berambut rapat atau jarang, permukaan bawah terasa lebih halus dan jelas berambut, tulang daun pada permukaan bawah lebih menonjol daripada permukaan atas, tulang daun menyirip, bila diremas berbau kentut. Panjang tangkai daun 1 sampai 5 cm. Bunganya bunga majemuk tersusun dalam malai, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Mahkota bunga berwarna putih, bagian dalam tabung berwarna ungu gelap. Buah bulat, warnanya kuning, mengkilap, panjang 4-6 mm. Buah batu, warna kuning

Pemeriksaan Mikroskopik

Pada penampang melintang melalui tulang daun tampak epidermis atas terdiri dari satu lapis sel besar berbentuk segi empat sampai hampir bundar panjang, dinding tipis, tidak terdapat stomata; rambut penutup terdiri dari 3 sampai 8 sel, umumnya 5 sel. Sel epidermis bawah lebih kecil daripada sel epidermis atas, bentuk segi empat dinding sel tipis, rambut penutup berbentuk kerucut, terdiri dari 1 sampai 8 sel, umumnya 5 sel. Panjang rambut 50 μm sampai 360 μm. Mesofil meliputi jaringan palisade terdiri dari satu lapis sel, berbentuk silindrik dan tersusun rapat satu sama lain; jaringan palisade di dekat tulang daun terdiri dari 2 lapis sel dengan batas yang tidak jelas. Jaringan bunga karang terdiri dari 3 samapi 4 lapis sel, tersusun agak renggang. Berkas pembuluh tipe kolateral, jaringan parenkim di dalam tulang daun terdiri sel-sel yang bentuknya membulat. Hablur kalsium oksalat bentuk rafida terdapat di dalam jaringan parenkim tulang daun dan jaringan bunga karang. Pada sayatan paradermal tampak epidermis atas berbentuk poligonal dengan dinding samping lurus, kutikula tipis bergaris. Epidermis bawah berbentuk poligonal, dinding samping bekelok-kelok, kutikula jelas bergaris, stomata tipe anomositik. Serbuk berwarna hijau. Fragmen pengenal adalah fragmen epidermis atas, fragmen epidermis bawah, framgmen mesofil, fragmen rambut penutup, fragmen berkas pembuluh.

Deskripsi tanaman

Semak semusim, membelit, batang masif beruas, berakar, dari buku-buku tumbuh akar, warna cokelat. Herba tahunan, berbatang memanjat, pangkal berkayu, panjang 3-5 m. Tumbuh liar di lapangan terbuka, semak belukar atau di tebing sungai, kadang dirambatkan dipagar halaman sebagai tanaman obat dan dapat ditemukan dari 1-2. 1 00 m dpi. Perbanyakan dengan stek batang atau biji.

Identifikasi

  1. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna kuning.
  2. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam klorida pekat P; terjadi warna hijau.
  3. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes larutan natrium hidroksida P 5% b/v ; terjadi warna kuning.
  4. Timbang 300 mg serbuk daun, campur dengan 5 ml metanol P dan panaskan di atas tangas air selama 2 menit, dinginkan. Saring, cuci endapan dengan metanol P secukupnya sehingga diperoleh 5 ml filtrat. Pada titik pertama lempeng KLT tutulkan 25 μl filtrat, pada titik kedua tutulkan 10 μl zat warna II LP. Elusi dengan campuran etil asetat P-metil etil keton P-asam format P-air (50+30+10+10) dengan jarak rambat 15 cm. Amati dengan sinar biasa dan dengan sinar ultraviolet 366 nm. Semprot lempeng dengan aluminium klorida LP, keringkan di udara. Amati lempeng dengan sinar biasa dan dengan sinar ultraviolet 366 nm. Pada kromatogram tampak bercak-bercak dengan warna dan hRx sebagai berikut :

No. 

hRx

Dengan sinar biasa 

Dengan sinar UV 366 nm 

Tanpa pereaksi

Dengan pereaksi 

Tanpa pereaksi 

Dengan pereaksi 

1. 

103-113

-

-

-

kuning kehijauan

2.

119-130

-

-

biru

biru

3. 

144-154 

biru 

biru 

Catatan : Harga Rx dihitung terhadap bercak warna biru kromatogram zat warna biru kromatogram, zat warna II LP. hRf bercak warna biru = 52

Kadar abu Tidak lebih dari 7%.

Kadar abu yang tidak larut dalam asam Tidak lebih dari 21%.

Kadar sari yang larut dalam air Tidak kurang dari 21%.

Kadar sari yang larut dalam etanol Tidak kurang dari 5%.

Bahan organik asing Tidak lebih dari 2%.

Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik.

Khasiat

Antiinflamasi; Stomakik; Antirematik; Diuretik; Obat kembung (Karminatif); Radang usus (enteritis); Bronkhitis; Reumatik; tulang patah; keseleo; Kejang; perut kembung; Sakit kuning (hepatitis); disentri; batuk; Keracunan organik, Kencing tidak lancer; Luka benturan.

Kandungan senyawa

Glikosida iridoid asperulin, aukobin, paederosid dan arbutin, triterpen dan sistosteral, paederon dan paederolon, peifridenalol asetat, metal merkaptan, alkaloid indo, Paederina, Asperuloside, deacetylasperuloside, scandoside, paederosidic acid dan gama-sitosterol, arbutin, oleanolic acid dan minyak menguap.

1 comments:

Unknown mengatakan...

Terimakasih informasi ini sangat bermanfaat bagi saya

Posting Komentar